Tie Dye Today with IMAJI Studio

Image Credit: IMAJI Studio

Ga asing lagi dong dengan trend tie-dye? Telah lama hadir di dunia fashion sejak tahun 1960-an, tie-dye kini sedang trending dalam beragam bentuk & style plus unisex approach. Dari t-shirt, piyama hingga items Ready-To-Wear, tie-dye jadi most-wanted banget di masa pandemi ini. Yuk cek fakta menariknya!

The History of Tie-Dye

Pinterest

Nama tie-dye diambil dari proses pembuatannya “tied and dyed” secara harfiah. Teknik ini pertama kali diciptakan pada tahun 1909 untuk kombinasi warna “ resist-dyeing” di berbagai negara, Jepang (shibori), Cina dan India. 

Namun, tie-dye baru booming di tahun 1960 sebagai simbol hippie culture yang dianut hampir seluruh anak muda di Amerika Serikat. Eksperimen warna dengan ikat dan celup bernuansa psychedelic jadi ciri khas movement ini. Dengan gaya gradasi dan warna-warni yang fresh, tie-dye yang eye-catching dan artistik sukses jadi iconnya anak muda saat itu. 

Insider

Di tahun 2007, tren ini sempat kembali bersama dengan flower power dan vintage style. Hal ini bertepatan dengan trend recycling, bisnis fashion independen dan juga pengaruh musik. Saat itu, anak- anak muda memang lagi giat-giatnya memulai eco friendly fashion serta thrifting.

Kini, trend tie-dye juga melanda anak muda millennials. Berbagai brands mengusung koleksi tie dye dengan variasi celup, warna, gaya, dan ciri khas masing- masing. Boleh dibilang, tie dye telah berevolusi secara modern dan hasilnya adalah tren baru yang super menarik. 

Dyeing With IMAJI Studio

Secara tradisi, kain asli Indonesia seperti ikat dan batik juga menggunakan cara yang sama seperti tie-dye dan tidak hanya lewat lukis dan cap saja. Tentunya ini menjadikan batik dan ikat menjadi lebih kontemporer dan bisa digunakan dalam bermacam gaya dan cara.

Salah satu koleksi tie-dye lokal yang layak dilirik dihadirkan oleh IMAJI Studio. Bukan cuma stylish, brand ini juga mengutamakan prinsip ethical dengan natural dye sebagai dasar warnanya. Teknik aplikasinya juga cukup unik dengan filosofi Nusantara. Alhasil, desainnya sarat dengan ide kekayaan alam Indonesia yang bisa dimanfaatkan, dilestarikan dan disajikan ke industri fashion secara kompetitif. 

Ciri khas dari IMAJI Studio sangatlah berbeda dari tie-dye kebanyakan. Dalam desainnya, IMAJI menggunakan inspirasi tanaman, akar, bunga dan buah untuk variasi warna. Sebut saja indigo untuk biru, sappan wood untuk merah, mango leaves untuk kuning, bungur untuk abu-abu, ketapang untuk hitam, dan mahogany untuk coklat. 

Metode yang digunakan IMAJI Studio juga berpedoman pada motif yang diinginkan dengan tema yang sudah ditentukan. Berbagai metode manual turut hadir dalam produksinya, antara lain freehand, airbrush, sponge, sampai ke bahan umum seperti toilet paper cones dengan metode stamping.

It reduces us to a single method and is actually quite the opposite of who we are as a brand that tries as many diverse methods as possible to innovate and create colors that are gifts for us by mother nature. 

Dalam pengerjaannya, IMAJI Studio tetap mengutamakan cara- cara ethical yang aman untuk mother nature. Ini sesuai dengan spirit tie-dye, motto generasi muda serta pentingnya kesadaran fashion yang melestarikan lingkungan. 

Setuju kan dengan filosofi IMAJI Studio? Cek lima item dari koleksi mereka sesuai pilihan terbaik dari stylist Yuna + Co. 

Back