Body Positivity : 5 Aturan Styling Yang Wajib Di-SKIP

Zaman now, bukan cuma dilarang body shaming ya, babes. Tapi kita sudah harus menuju ke body positivity untuk saling mendukung sesama wanita modern Indonesia. 

Kalau ingin post selfie walau tangan terlihat gede, go for it. Lagi sun-tanning dan ingin upload ke story? Ga wajib tutup perut kok sis. Mau nge-reels tanpa make up dan masih pakai piyama? We’re here for you.

Emang sih, bukan berarti kita langsung don’t care tentang penampilan dan tampil awut-awutan. Tapi body positivity lebih pada selebrasi tubuh tanpa peduli bentuk, ukuran, berat, atau norma-norma yang terlalu mengekang. Body positivity is loving your body as it is!

Jadi, the next time kamu dengar aturan styling yang sudah kuno ini, silahkan di-skip and say bye to haters. Check them out babes!

  1. “Timbangan Ga di Bawah XX kg? You Can’t Sit with Us”
Body Positivity
https://www.byrdie.com/

Anggapan bahwa angka timbangan sebagai indikator kecantikan dan rasa pede itu absurd banget. Ga semua wanita dilahirkan dengan struktur tulang yang kecil, gen metabolisme yang kenceng, atau bisa diet mati-matian demi melihat angka keramat di bawah 50 kilogram. 

Daripada stress mikirin angka timbangan demi terlihat cakep, kenapa ga ubah mindset yang lebih sehat? Sepanjang kamu sudah berupaya berolahraga demi kebugaran tubuh, ga usah terlalu peduli ritual nimbang – baik untuk meyakinkan dirimu sendiri atau demi diterima sekelompok orang tertentu. 

  1. “Kemana-mana Harus Terlihat Proper”
Body Positivity
www.brilio.net

Hello, meet us Gen Z yang punya koleksi sweatpants aneka warna, sweater hoodie untuk nutupin wajah, plus sandal off-duty yang paling pewe. Bahkan para millennial moms juga pede kok dasteran kemana-mana. Kembali lagi, ini soal your own happiness dalam styling. 

Jika kamu lagi ga mood dandan habis-habisan untuk grocery run, it’s okay untuk langsung tancap gas. Kamu ga ingin tampil terlalu dressy untuk acara formal? Ada kok cara terlihat tetap elegan dengan pilihan items kamu sendiri. Just be yourself!

  1. “Di rumah Aja Ngapain Cakep-cakep Amat?” 
Body Positivity
freepik

Same logic nih babes! Kalau emang mood WFH ingin tampil lebih rapi, why not? Kalau emang punya loungewear estetik hanya untuk di rumah aja bikin happy, kenapa ga? 

Jangan lupa kalau looking good & feeling good itu bagus buat kesehatan mental yang juga bagian dari body positivity itu sendiri. 

  1. “Jangan Sembarangan Mix & Match, Please

Eh, silver jangan di-mix dengan gold accessories dong. 

OMG, ga banget warna pink di-clash sama kuning. 

Uhmm… tas ini jomplang banget sama outfit kamu. 

Ok, dalam aturan styling memang ada aturan color combo atau vibes yang saling mendukung. Tapi jika kamu harus terlalu kaku pada rules itu, maka the fun of dressing up is gone! Tetap eksplorasi warna-warna yang paling bikin kamu pede, terutama yang sesuai skin tone atau kombinasi items favorit. 

Kalau tidak cocok, it’s no big deal really. 

  1. “ Kamu Terlalu ______ untuk Pakai _____”
Body Positivity
@denisemmercedes

Terlalu pendek untuk pakai maxi skirt.

Terlalu tua untuk pakai warna pastel. 

Terlalu gemuk untuk pakai sleeveless. 

Terlalu kurus untuk pakai high waisted pants. 

Selalu ada cara styling yang bikin kamu tampil maksimal, alias cantik luar dalam. Again, ga usah terlalu kaku atau kamu selalu bisa kok ask for our stylists’ help.

Nah, walaupun stylists emang kerjaannya membuat kamu terlihat lebih cakep, ini bukan berarti kita mencoba mengubah jati dirimu, loh. Justru, harapan Yuna & Co. adalah menebar pesan body positivity yang bikin kamu pede dan nyaman dengan pakaian yang elo banget

Penasaran gimana stylists kita bisa stye kamu sesuai profil dan karakter kamu seutuhnya? Klik register dan yuk coba mulai aja dulu! 

💃 Rekomendasi outfit khusus untuk kamu!

Gak perlu lagi bingung cari style favoritmu. Cobain deh 😉

Back